WHAT'S NEW?
Loading...
Showing posts with label Dunia. Show all posts
Showing posts with label Dunia. Show all posts

Seorang perempuan berjalan di Baga, suatu wilayah di Nigeria yang diserang Boko Haram sejak awal Januari 2015 - AFP 

 Abuja: Kelompok militan Boko Haram membunuh seorang wanita yang sedang melahirkan di Baga, Nigeria. Dalam serangan itu, Boko Haram juga membunuh ratusan orang, termasuk anak kecil.

"Setengah badan bayi itu sudah keluar, dan ibunya tewas seperti itu," ucap seorang saksi mata pada grup hak asasi manusia Amnesty International, Kamis (15/1/2015).

Amnesty melaporkan ratusan orang tewas dalam serangan di Baga, yang dimulai pada 3 Januari lalu. Boko Haram disebut menyerang Baga untuk membunuh warga yang membantu militer Nigeria.

"Mereka membunuh begitu banyak orang. Saya melihat sekitar 100 orang yang dibunuh di Baga. Saya berlari ke semak belukar," tutur sang saksi mata itu, seperti diwartakan AFP.

Seorang saksi perempuan menambahkan: "Saya tidak tahu ada berapa banyak yang tewas, tapi sejauh mata memandang, saya melihat mayat dimana-mana."

Militer Nigeria, yang sering memanipulasi jumlah korban tewas, melaporkan ada 150 warga yang dibunuh di Baga. Amnesty International menyebut serangan itu sebagai serangan paling mematikan Boko Haram dalam enam tahun terakhir. 


Metrotvnews
Image : HO / SPA / AFP 
 Sebanyak tiga anggota pasukan penjaga perbatasan Arab Saudi, termasuk seorang jenderal, tewas dalam serangan yang dilakukan ISIS di perbatasan Saudi dan Irak pekan lalu.

Serangan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terhadap pos perbatasan Arab Saudi pekan lalu, ditanggapi negeri itu dengan sangat serius.

Serangan ISIS itu menjadi sebuah serangan terbaru terhadap Arab Saudi yang mencoba menjauhkan diri dari kekacauan yang menimpa kedua negara tetangganya, Irak dan Suriah.

Untuk menangkal serangan ISIS, pemerintah Saudi membangun sebuah "Tembok Besar" sepanjang hampir 1.000 kilometer yang merupakan gabungan antara pagar beton dan parit untuk memisahkan negeri itu dari tetangganya Irak.

Sebagian wilayah Irak saat ini masih dalam genggaman ISIS yang terus mengancam untuk menyerang Arab Saudi, dan menjadikan dua masjid tersuci umat Islam di Mekah dan Madinah menjadi target utama.

Rencana pembangunan tembok pemisah ini sudah dibicarakan sejak 2006 di saat perang saudara Irak mencapai puncaknya. Namun, pembangunan tembok ini baru dimulai September tahun lalu.

Pembangunan tembok ini dimulai setelah ISIS menguasai wilayah barat dan utara Irak yang membuat kelompok itu kini memiliki perbatasan langsung dengan Arab Saudi.

Zona perbatasan baru ini nantinya akan memiliki lima lapis pagar dengan menara-menara pengawas, kamera khusus malam hari dan kamera radar. Selain itu, sebanyak 30.000 pasukan tambahan dikerahkan ke perbatasan.

Ini bukanlah tembok pertama yang dibangun Arab Saudi untuk melindungi dirinya. Meski agak tertutup untuk warga Barat, namun Saudi sangat terbuka untuk warga negara-negara Islam khususnya di saat musim ibadah haji tiba.

Selain tembok pembatas di perbatasan dengan Irak, Saudi juga membangin tembok sepanjang 1.600 kilometer untuk membatasi negeri itu dengan Yaman di sebelah selatan.

Serangan di perbatasan pekan lalu menewaskan tiga tentara penjaga perbatasan termasuk Jenderal Oudah al-Belawi, komandan pasukan perbatasan utara Arab Saudi. Dalam insiden tersebut empat orang penyerang juga tewas.



Kompas.com
Senin (12/01/15) Departemen Daulah Islamiyyah (ISIS) wilayah Sinai, Mesir, merilis laporan dokumentasi foto-foto tentang aktivitas distribusi bantuan oleh mujahidin Anshar Baitul Maqdis, yang sudah berubah menjadi wilayah Sinai karena berbaiat kepada Khalifah al-Baghdadi.Distribusi bantuan mujahidin wilayah Sinai (ISIS Mesir) ini diberikankepada penduduk Sinai yang menjadi korban kebringasan  tentara Mesir dibawah kendali pemerintah Marsekal Abdul Fattah al-Sisi, antek Israel.“Saudara-saudara kalian di wilayah Sinai mengadakan kegiatan pemberian bantuan bagi korban semampu kami. Kami meminta kepada Allah Ta’ala untuk menjaga kaum muslimin dan menghindarkan mereka dari kejahatan para penjahat” tutur mujahidin wilayah Sinai pada pernyataan

Voa-Islam
Senin (12/01/15) Departemen Daulah Islamiyyah (ISIS) wilayah Sinai, Mesir, merilis laporan dokumentasi foto-foto tentang aktivitas distribusi bantuan oleh mujahidin Anshar Baitul Maqdis, yang sudah berubah menjadi wilayah Sinai karena berbaiat kepada Khalifah al-Baghdadi.
Distribusi bantuan mujahidin wilayah Sinai (ISIS Mesir) ini diberikankepada penduduk Sinai yang menjadi korban kebringasan  tentara Mesir dibawah kendali pemerintah Marsekal Abdul Fattah al-Sisi, antek Israel.
“Saudara-saudara kalian di wilayah Sinai mengadakan kegiatan pemberian bantuan bagi korban semampu kami. Kami meminta kepada Allah Ta’ala untuk menjaga kaum muslimin dan menghindarkan mereka dari kejahatan para penjahat” tutur mujahidin wilayah Sinai pada pernyataan
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/world-news/2015/01/14/35041/mujahidin-islamic-state-isis-di-sinai-berikan-bantuan-kepada-warga-korban-kejahatan-tentara-mesir/#sthash.7gmO01FB.dpuf


Sebuah aksi dilancakan oleh dua bersaudara Kouachi ke kantor majalah Charlie Hebdo Rabu (07/01/15). Majalah ini terkenal dengan karikaturnya yang menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan juga Islam. Dan ternyata serangan tersebut memberikan efek di negara barat.
Jumat (09/01/15) sebuah video slide berdurasi kurang dari satu menit diunggah di youtube. Video tersebut melaporkan, setelah adanya serangan berdarah ke kantor Charlie Hebdo, koran-koran yang biasa memuat karikatur menghina Nabi Muhammad tak berani lagi untuk menayangkan karikatur tersebut. Bahkan mereka menarik karikatur yang lama.
Harian-harian tersebut adalah JyllandsPosten (harian Denmark) memutuskan untuk tidak menerbitkan karikatur yang melecehkan demi menjaga keselamatan pegawainya, harian The Daily Telegraph menghapus karikatur yang melecehkan Islam, New York Daily News (harian Amerika), New York Times, Wall Street Journal. Semua hrian tersebut tidak akan menerbitkan karikatur menghina nabi karena mereka sadar bahwa itu menyakiti perasaan kaum muslimin.
Sementara itu, pimpinan redaksi  harian The Philadelphia Inquirer mengatakan, “Kami tidak akan menerbitkan karikatur-karikatur itu dalam kondisi apapun. Karena hal itu merupakan pelecehan terhadap puluhan juta muslim yang tidak dibenarkan” tuturnya


Voa Islam




 Rajam adalah hukuman melempari penzina dengan batu sampai mati dan yang berhak menjatuhkan hukuman rajam itu adalah pengadilan tinggi suatu negara yang menganut hukum agama Islam dan Yahudi. Prosesi rajam dengan cara, para penzina ditanam berdiri di dalam tanah sampai dadanya, lalu dilempari batu hingga mati. (wikipedia)

Adegan barbar ini bukan dari Zaman Kegelapan, tetapi dilakukan sebuah kelompok militan di Somalia, Minggu (13/12/2009). Kelompok itu memaksa warga desa menonton perajaman seorang pria hingga tewas yang dinyatakan melakukan perzinahan.

Mohamed Abukar Ibrahim, nama pria malang berusia 48 tahun itu, dikubur hidup-hidup dalam posisi berdiri, hanya leher dan kepala yang masih di atas tanah, lalu dilempari batu hingga tewas. Kelompok militan itu, Hizbul Islam, juga menembak mati seorang pria lain karena melakukan pembunuhan. Eksekusi terhadap dua orang itu terjadi di Afgoye, sekitar 20 mil di barat daya Mogadishu, ibu kota Somalia.

Namun, hukuman yang sedemikian mengguncang itu, kata sejumlah saksi mata, kemudian memicu pertempuran di antara dua faksi dalam kelompok militan tersebut. Akibatnya, tiga anggota militan tewas.

Kelompok itu memerintahkan warga desa pergi ke sebuah lapangan. Di sana seorang hakim dari para pemberontak mengumumkan bahwa kedua orang itu mengaku telah melakukan masing-masing pembunuhan dan perzinahan. Hakim itu menambahkan, seorang wanita yang terlibat perzinahan telah dihukum cambuk 100 kali.

"Ini hari penghakiman terhadap mereka," kata sang hakim, Osman Siidow Hasan, kepada warga yang dipaksa menoton. "Kami telah menyelidiki dan mereka telah mengaku," katanya.

Namun, sebagian anggota kelompok militan itu ingin menunda eksekusi tersebut. Sebuah pertempuran bersenjata pun pecah di antara mereka. "Tiga anggota Hizbul Islam tewas dan lima lainnya terluka setelah mereka saling serang," kata Halima Osman, penjaga toko di Afgoye, melalui telepon kepada Reuters di Mogadishu. "Beberapa ingin menunda eksekusi sementara yang lainnya berkeras. Mereka lalu saling menembak. Kelompok yang melawan eksekusi kalah, kemudian lari," tambah Osman.

"Saya tidak dapat melihat," kata seorang warga lain, Ali Gabow, kepada Reuters. "Perempuan yang terkait dengan pria yang kedua (yang dirajam) hanya diberi cambukan 100 kali karena perempuan itu mengatakan, dia tidak pernah menikah."

Eksekusi itu merupakan yang pertama dilakukan Hizbul Islam. Hukuman seperti itu di Somalia bisanya dilakukan kelompok pemberontak yang lebih keras, Al Shabaab. Amerika Serikat telah menyatakan Al Shabaab yang berbasis di negara gagal di Tanduk Afrika itu sebagai anggota jaringan Al Qaeda.




Presiden Somalia, Sheikh Sharif Ahmed, yang disokong pihak Barat hanya mengontrol sejumlah tempat strategis di Mogadishu. Para pakar keamanan Barat mengatakan, Somalia telah menjadi surga yang aman bagi kelompok-kelompok militan, termasuk kelompok-kelompok asing, yang menjadikan negara itu sebagai tempat untuk menyusun serangan ke kawasan atau sasaran yang lebih luas lagi.

Ada kecemasan, Somalia akan menjadi seperti Afganistan sebelum peristiwa 9/11. Al Shabaab, juga Hizbul Islam, sedang melawan pemerintah dan berusaha mendesakkan hukum syariah yang keras di seluruh negeri itu. Ulama Al Shabaab telah melarang film, tarian pada acara pernikahan, bermain atau menonton sepak bola, serta menerapkan perajaman hingga mati dan pemancungan di wilayah yang telah dikuasinya.

Konflik telah menewaskan 19.000 warga sipil Somalia sejak tahun 2007 dan menyebabkan 1,5 juta orang mengungsi. Kekacauan juga terjadi di lepas pantai. Para perompak Somalia membajak kapal-kapal komersial yang melintas di Samudra Hindia serta Teluk Aden dan telah meraup puluhan juta dollar dari uang tebusan atas kapal-kapal tersebut.






Sekitar 15 sampai 20 orang sedang melakukan sholat Zuhur di masjid pada lantai bawah sebuah gedung hunian, ketika kebakaran terjadi di Hari Natal.Media setempat memperlihatkan asap dan api dari jendela sebelum petugas pemadam kebakaran mematikannya.Peristiwa ini terjadi sementara terjadi perdebatan sengit di Swedia tentang kebijakan imigrasi.Kelompok ekstrem kanan menginginkan pemotongan jumlah pencari suaka yang diizinkan masuk Swedia sampai 90%, sementara partai moderat mendukung dipertahankannya kebijakan liberal negara tersebut."Seorang saksi mata melihat seseorang melempar sesuatu melalui jendela gedung yang juga berfungsi sebagai masjid, kemudian terjadi kebakaran hebat," kata juru bicara polisi Lars Franzell kepada wartawan.Dia mengatakan lima orang dibawa ke rumah sakit untuk menangani cedera akibat menghirup asap dan luka.Polisi memperlakukan kejadian ini sebagai kebakaran yang disengaja tetapi tidak seorang pun ditangkap sampai sejauh ini, kata Franzell.Eskilstuna, yang dihuni banyak imigran, menjadi tempat bentrokan yang melibatkan kelompok neo-Nazi penentang kebijakan imigrasi Swedia permulaan tahun ini.| sumber: bbc.co.uk